Reasons Why You Should Date A Doctor

There are some true parts of these reasons that make me thinking why do I never mind about those factors? And there are some parts make me laugh and have a big-head LOL. But as a doctor-gonna-be, there are some 'what-the-hell' parts of this reasons, like are you going to date me because of money or for a free medical consultation? Just remembering you, it is totally for fun! If you make it as your consideration to look for a doctor for dating, it's all your choice :p
Please know that I am not the one who makes these funny reasons. I just copy it from internet and make it as a picture :)

TOP 10 REASONS WHY YOU SHOULD DATE A DOCTOR !!!




and these are some others additional reasons why you should date a doctor, or at least doctor-gonna-be LOL


I am still Papuan :)

Bingung liat gambar ini? Gak percaya saya orang Papua? HAHAHAHA

Orang Papua di mata sebagian besar orang memang identik dengan kulit gelap dan rambut keriting. Orang asli Papua memang berasal dari ras berbeda dengan kebanyakan orang asli Indonesia pada umumnya, tapi bukan berarti orang yang bukan asli Papua, yang tidak berkulit gelap dan berambut keriting, bukan merupakan orang Papua kan?

Tinggal 8 tahun di Papua dan tumbuh besar di sana amat sangat cukup untuk membuat saya merasa saya orang Papua. Ya, sekarang saya memang tidak lagi berdomisili di Papua, tapi kedua orang tua saya masih menetap dan bekerja di Papua. Di Papua ada banyak suku yang tinggal, dan bukan hanya suku Papua asli, tapi banyak pula pendatang yang telah menetap lama di sana. Banyak teman saya yang sama sekali tidak memiliki tampang orang Papua tapi ternyata lahir dan tumbuh besar di Papua, bahkan kalau ditanya orang mana, mereka akan menjawab bahwa mereka adalah orang Papua

Lalu, bangga gitu jadi orang Papua? Bukannya Papua berada di ujung Indonesia dan masih banyak daerahnya yang belum maju juga sangat terpencil? I'm gonna say, so what? Justru saya bangga pernah tinggal di Papua, tidak banyak orang di kota besar yang memiliki pengalaman tersebut. Banyak orang yang penasaran bagaimana keadaan di Papua, seperti apa rupa Papua. Hey guys, jangan kalian pikir karena Papua jauh dari ibukota, jadi Papua sangat tertinggal. Papua juga punya kota yang cantik kok dan alam Papua tentunya sangat patut diacungi jempol. Pantai yang indah, alam pegunungan yang asri, alam bawah laut yang sangat cantik, Papua punya itu semua. Orang-orang yang tinggal di kota pun sudah maju, Papua bukan daerah yang tertinggal seburuk yang kalian bayangkan. Saya sangat senang mengakui saya orang Papua, walaupun dari tampang saya, pasti hampir tidak ada orang yang percaya. Ya, saya menganggap diri orang Papua karena saya lama tinggal di sana dan merasa cinta Papua. Orang-orangnya ramah, bersahaja, dan sangat kekeluargaan. Tidak seperti di kota-kota besar yang mungkin tidak lagi saling peduli dengan orang di sekitar mereka.

Seandainya pemerintah memberi perhatian yang lebih lagi untuk memajukan daerah pedalaman di Papua dan meng-eksplor keindahan alamnya dengan lebih baik dan cermat, Papua pasti akan jauh berkembang. Papua punya putra-putri daerah yang berotak cerdas dan fisik yang kuat. Banyak juara olimpiade sains, atlet nasional yang merupakan orang asli Papua. Alam Papua patut diacungi jempol, siapa yang sekarang tidak kenal Raja Ampat? Siapa yang tidak tahu burung Cenderawasih? Siapa yang tidak tahu salju abadi di Pegunungan Jayawijaya? Siapa yang tidak tahu tim sepak bola Persipura, Persiwa, Persidafon? Papua itu mutiara, yang harus dicari dengan teliti. Papua itu seperti berlian, yang harus diasah agar kita bisa melihat keindahannya. Begitu banyak potensi tersimpan di Papua, dan mungkin tidak banyak orang yang menyadarinya.

Papua itu indah, Papua itu diberkati, dan saya bangga disebut orang Papua
Saya cinta PAPUA ♥

my super mom :)

Mama itu...
Orang yang suka bekerja keras. Mama gak betah kalo cuma duduk diam di rumah dan gak ngapa-ngapain. Mama pasti bakal cari kegiatan untuk mengisi waktu luangnya
Mama itu...
Pintar bikin kue, entah itu kue kering atau kue basah. Entah hobi, atau keturunan, atau karena berbakat, tapi kue-kue bikinan mama itu rasanya top abis. Kalau menjelang Natal atau Lebaran, pasti mama disibukkan dengan pesanan kue dari orang-orang. She is really good in it.
Mama itu...
Kaki gatal! Hobi jalan-jalan! Dari dulu mama suka ngajak saya jalan-jalan. Gak heran, saya anaknya, jadi punya hobi yang serupa, 'kaki gatal'-nya menurun ke anaknya.
Mama itu...
Gak suka ngeliat ular, serem naik perahu, dan suka jijik terhadap hal-hal tertentu. Mama selalu lari setiap saya baru pulang praktikum anatomi, pegang kadafer, dan saya mau meluk mama hahaha


Body Rafting di Green Canyon

Pantai Pangandaran, banyak orang yang tahu tentang pantai yang berada di daerah Ciamis, Jawa Barat ini. Tapi mungkin belum banyak orang yang tahu tentang Green Canyon yang terletak kurang lebih 45 menit dari Pangandaran.


Green Canyon merupakan sungai berbatu-batu yang merupakan keindahan alam luar biasa. Untuk menikmati Green Canyon, harus naik perahu 15 menit dari dermaganya. Kalau mau melanjutkan petualangan, bisa dilakukan dengan berenang ke Batu Payung lalu dilanjutkan ke Kolam Putri. Semua tentunya dengan pengawasan guide. Makin jauh anda berpetualang, makin mahal anda harus membayar guide.


Tapi, amat disayangkan jika tidak melakukan body rafting jika anda mengunjungi Green Canyon. Apa itu body rafting?
Jadi body rafting itu sejenis olahraga menyusuri jeram sungai hanya dengan tubuh kita sendiri. Kita bisa berenang, atau berdiam diri mengikuti arah arus. Di Green Canyon ada 5 tempat yang menyediakan jasa body rafting. Paket yang kita bayar adalah safety equipment (helm, dekker, pelampung), guide, makan siang, perahu, dan antar jemput ke lokasi dari basecamp.


Yakin, tidak akan menyesal jika ikut body rafting. Kalau berkunjung biasa kita hanya melihat ujung dari keindahan Green Canyon, di body rafting kita diajak menyusuri sepanjang sungainya, ikut arus, melihat-lihat gua, lewat kolam putri, batu payung, dan finish di Green Canyon itu sendiri.
Kita diajak trekking menyusuri batu-batu di tebing, loncat dari tebing, berenang mengikuti arus, berseluncur di arus, dan berjalan meniti batu-batu dengan terpaan arus. Jangan takut, guide sudah terlatih dan berpengalaman, bahkan mereka bisa membawakan kamera kita, jadi kita bisa mengambil foto walaupun sedang berada di sungai. Yang pasti, fisik kita harus kuat dan berani karena body rafting memakan waktu 4-5 jam.




mengikuti arus, seperti main luncuran di air :)

keindahan sungai Cijulang tempat Green Canyon berada ini sungguh membuat kita kehabisan kata-kata. Untungnya sungai ini tidak ada buaya yang mengancam para pengunjung. Air di Green Canyon jernih jika tidak sedang musim hujan, dan akan sedikit cokelat saat hujan. Tapi justru air cokelat lebih bagus karena arus lebih kencang dan lebih memacu adrenalin saat body rafting.

Berenang menyusuri sungai Cijulang membuat saya serasa sedang dalam suatu acara di National Geographic. Benar-benar berenang di sungai alam terbuka, dan menyusuri batu-batu serta arusnya merupakan pengalaman yang hampir tidak mungkin didapatkan di tempat lain. Body rafting jauuhhh lebih menyenangkan dan memacu adrenalin daripada arung jeram biasa menggunakan perahu karet. Selain trekking, kita juga ditantang meloncat ke sungai dari batu. Mulanya rendah saja, tapi di perhentian terakhir di Batu Payung, ternyata kita meloncat dari ketinggian 7m. Jantung serasa berhenti sesaat!




Sungai ini sangat indah, bersih, batu-batu yang terpahat alami, dan air yang menetes dari bebatuan sungguh sangat indah. Benar-benar menentramkan hati dan membawa kita sesaat berada di dunia yang berbeda.
Pokoknya kalau kalian ke Pangandaran, jangan lupa untuk melanjutkan ke Green Canyon! Pantai sudah biasa, tapi menyusuri sungai dengan arus deras dan pemandangan indah, itu sangat luar biasa :)




------


Rute ke Pangandaran, dari Bandung:
Tol Cileunyi - Cicalengka - Nagreg - Arah Tasikmalaya lewat Ciawi - Malangbong - Ciawi - sebelum mask Tasik, ada fly over, ambil yang ke arah Ciamis atau Jawa Tengah - Kota Banjar - ikuti petunjuk jalan ke Pangandaran
dari Kota Bandung memakan waktu kurang lebih 6 jam.

hidup butuh perjuangan

Jika mendengar kata "hidup", hal apa yang pertama kali terlintas dipikiran kalian?
Mungkin bagi para dokter dan penganut ilmu sains, yang pertama kali terpikir adalah bernapas
Mungkin bagi para ekonom, akuntan, dan para karyawan lainnya langsung terpikirkan uang.
Ya, semua benar, kita tidak akan bisa hidup jika kita tidak bernapas, tanpa bernapas tidak akan ada suplai oksigen ke otak dan seluruh jaringan tubuh kita, lalu tubuh kita mati.
Kita juga tidak bisa bertahan hidup tanpa uang, atau mungkin lebih baik saya bilang modal dalam bentuk apapun, tidak harus uang tunai. karena tanpa memiliki modal, kita tidak bisa makan, kita tidak bisa membeli kebutuhan yang diperlukan untuk "hidup" kita.

Jadi, hidup?

another faces of paradise

I am so glad if you mind to leave comment for these photos. sorry if it's not too good - amateur works :p

Kuta

finally, Bali

sebelum saya ke Makassar, saya berlibur di Bali bersama 5 orang teman. FINALLY YA AMPUN.
kenapa finally? karena seumur-umur, saya belum pernah menginjakkan kaki di Bali. Teman-teman saya selalu bilang apa gunanya passport udah banyak cap negara-negara, tapi Bali aja belum pernah pergi. Nancep banget kata-kata mereka. Entah kenapa dari dulu saya memang gak terlalu tertarik untuk mengunjungi Bali, saya jauh lebih tertarik ke pantai-pantai yang belum banyak dikunjungi orang. Tapi saat ada ajakan, akhirnya saya iyakan, karena saya pikir kapan lagi ke Bali rame-rame, lain waktu belum tentu saya mau hahaha.

Bicara soal Bali, harusnya banyak yang sudah tahu tentang tempat ini, saya juga gak mau panjang lebar. Pastinya Bali rame sekali, saya di sana dari tanggal 17 Juli - 22 Juli, waktu yang panjang. Yang jelas di sana kami layaknya turis tanning di pantai, mengunjungi saudara-saudara di monkey forest, dan main water sport. Ya, kalo soal water sport tentu saya yang paling excited karena saya cewek yang paling nekat di antara semua teman-teman saya, sampai sering ditanya "nyawa kamu ada berapa sih mon? mainnya extreme melulu" hahaha water sport kan ga extreme, gimana sih. Saya akan lebih banyak bercerita tentang keindahan Bali lewat foto yang saya dan teman-teman saya ambil.

pantai Kuta di sore hari

ex- dream land


KEEP BALI BEACH CLEAN!

pantai Padang-padang (i love this photo btw)
bali waterboom
did parasailling
flying fish
thumbing
kelelep nyobain water ski









photos by: Shanti, Kevin, Achied, and me :)

Makassar has beautiful beaches!

Ini cerita tentang jalan-jalan saya selama liburan. Sebagai seorang anak FK yang malang, saya hanya diberi waktu 3 minggu untuk berlibur! Itupun dipotong masa ospek (iya, saya belum ikut ospek, dan kami ternyata wajib untuk punya sertifikat lulus ospek sebelum lulus kuliah -_-). Akhirnya saya memutuskan untuk pergi mengunjungi Bali, Makassar, dan pulang Jayapura. Saya akan cerita satu per satu tentang tempat-tempat keren ini! Memang gak ada tempat yang gak keren di Indonesia.

Cerita dimulai dengan petualangan di Makassar ya!
Saya berada di Makassar dari tanggal 22 Juli - 26 Juli. Awalnya saya pikir bakal bosan di Makassar, paling cuma ada tempat wisata kuliner, ternyataaa.... SALAH BESAR!

Jadi, saya harusnya di Makassar hanya sampai tanggal 24 Juli, itu juga iseng mampir karena teman saya Awa lagi berada di Makassar, jadi saya pikir sekalian aja jalan-jalan di sana kebetulan saya baru habis dari Bali dan mau ke Jayapura memang harus transit di Makassar. Ternyata, mama saya ada tugas di Jakarta sampai tanggal 26 dan artinya di Jayapura gak ada orang! Akhirnya saya extend liburan saya di Makassar sampai tanggal 26.
Makassar ternyata punya tempat-tempat menarik untuk dikunjungi dan Makassar juga cukup memuaskan kehausan saya akan PANTAI dan LAUT!
yah, saya membagi Makassar dalam 2 bagian besar: kota dan pulau

Kota Makassar
Menurut saya sih memang tidak banyak hal yang spesial di tempat ini. Makassar punya beberapa shopping malls yang ukuran dan isinya lumayan lah (jangan bandingkan dengan ibukota!). Sebagai pusat Indonesia Timur, Makassar juga punya hotel-hotel yang bagus. Selama di Makassar saya tinggal di Hotel Aryaduta di sekitar pantai Losari. Kalau kalian ke Makassar murni untuk liburan, saya sarankan untuk menginap di hotel di daerah pantai Losari karenan hal yang menarik dari kota ini adalah daerah pantai Losari tentu saja. Btw, sambil menulis ini, saya baru sadar bahwa saya gak berfoto di depan tulisan "LOSARI" yang ada di pantai ckck. Oh ya, saya menjuluki Makassar sebagai Kalla City (tau kan mantan wapres kita J.Kalla?). Kenapa? Soalnya hampir seluruh kota "dikuasai" oleh beliau. Maksudnya kontraktor dari perusahaan "kallamix" lalu ada wisma Kalla, dan beliau juga punya saham di berbagai tempat-tempat strategis di Makassar

Di sini tentunya saya wisata kuliner! Di garis pantai dekat dermaga, ada tempat nongkrong semacam food court namanya Kampung PopsA. Sebenarnya makanan di tempat ini standard aja, tapi yang menarik adalah pemandangan ke arah dermaga dan laut yang dapat kita lihat sambil nongkrong di sini. Ada juga live musicnya, tapi mungkin gak setiap malam. Hal yang lucu di tempat ini adalah ada peraturan dilarang bermain kartu! Mungkin pihak manajemennya sadar betul kalau tempat ini amat strategis untuk nongkrong, hanya pesan minum, dan berlama-lama untuk main kartu :p
Tempat makan kedua yang menarik hati adalah Konro Karebosi. Tempat ini emang terkenal karena sop konro dan konro bakarnya yang terkenal maknyusss! Tapi soal pelayanan, hhmm pelayan pada jutek ya ampun. Nasinya juga seporsi sedikit sekali, sengaja supaya orang nambah kayanya. Kalo soal harga yaa lumayan lah, untuk ukuran konro. Tapi setara dengan kelezatannya :)
Lalu ada juga tempat makan seafood di belakang hotel Aryaduta, saya lupa nama jalannya. Nama restorannya "Losari". Seafood di sini memang enak dan harganya juga jadi murah karena bagi pengguna kartu kredit BNI, dapet potongan 30% HAHAHA. Pokoknya makan sampai puas gak bisa gerak, bayarnya terjangkau. Selain itu, sebagai dessert, restoran ini memberikan es buah gratis, bisa nambah, dan es buahnya enak.
Hal lain yang harus dicoba adalah pisang epe. Saya gak nyobain karena waktu itu perut saya lagi gak enak, tapi kata teman-teman saya, pisangnya enak kok, bisa pilih dipakein susu, cokelat, keju, bahkan gula merah -_-

Ke Makassar, jangan lupa berkunjung ke Trans Studio. Saya gak bisa bandingkan dengan Trans Studio Bandung soalnya saya belum pernah ke sana (malu deh padahal domisili di Bandung).
Trans Studio Makassar letaknya di dalam Mall Trans yang totally dominated by Bank Mega. Jangan harap untuk menemukan atm lain selain atm bank Mega di tempat ini dan kalau mencari diskon di toko-toko dalam mall ini, diskon hanya ada bagi nasabah bank Mega. Trans Studionya lumayan besar untuk ukuran indoor. Tiket masuknya 100ribu untuk hari biasa, dan weekend 150ribu untuk semua wahana. Wahana di Trans Studio ini banyak untuk anak-anak sebenarnya. Wahana yang "mengguncang" itu ada 6, tapi saat saya ke sana Dragon Tower (seperti Histeria kalo di Dufan) sedang dalam perbaikan. Wahananya juga agak nanggung sih sebenarnya, mo teriak tapi masih bisa ditahan, gak mau teriak tapiii udah pengen teriak juga hahaha. Kebanyakan dari wahana itu menurut saya malah bikin saya pusing, karena nanggung mungkin. Tapi overall, Trans Studio lumayan lah untuk rekreasi, apalagi kalo sepi seperti saat saya ke sana :D


Hal yang menyebalkan di kota ini adalah, orang-orangnya kurang ramah! Ada sih dapet yang ramah, tapi sepertinya mereka juga pendatang, bukan orang asli. Orang-orangnya ngomong kaya ngajak berantem, bahkan ada supir taksi yang ngelemparin kami uang gara-gara dia gak mau dibayar pas, dia mencoba menipu kami dengan bilang gak ada kembalian dan mau ngambil semua uang yang kami kasih. Asli lah rakusnya keterlaluan. Pelayan di toko-toko juga tampangnya jutek-jutek gak bersahabat. Orang-orangnya juga jalan tubruk sana tubruk sini. Elus-elus dada lah selama di Makassar.



PULAU!
Dari dermaga di sekitar Pantai Losari, kita bisa naik speedboat dan pergi ke pulau-pulau. Dua pulau yang terkenal adalah Pulau Kayangan dan Pulau Samalona. Sayangnya saya dan teman-teman salah dermaga, kami pergi ke dermaga yang menyewakan boat penduduk, jadi saat ombak besar, kami gak bisa lanjut ke Pulau Samalona padahal tinggal sedikit lagi. Awa juga ternyata takut naik boat tanpa pelampung hahaha. Tapi saat putar balik dermaga, kami sempat mampir sebentar di suatu pulau kosong yang katanya bernama Pulau Sudung.
Pulau Kayangan memang sudah terkenal, di sana bahkan disewakan penginapan per kamar jika ingin menginap dan ada tempat makan. Orang-orang juga katanya sering bawa ikan sendiri lalu dibakar di sana saat ada acara. Pasirnya putih dan ada bule juga loh! Pulaunya sepi, karena orang sekarang lebih banyak langsung ke Pulau Samalona yang katanya jauh lebih bagus (sayang saya gak sampai ke sana). Tapi pulau ini cukup memuaskan dahaga untuk menikmati deburan suara ombak, melihat pasir putih, dan dijemur di bawah terik matahari :)


foto-foto Pulau Kayangan:







foto-foto Pulau Sudung:


LOKON ku meletus ...

Tadi malam sekitar pukul 23.45 WITA, Gunung Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara akhirnya meletus. Gunung Lokon memang telah menunjukkan peningkatan aktivitas sejak beberapa hari yang lalu, bahkan statusnya dinaikkan menjadi AWAS pada Minggu (10/7/2011), pukul 23.00 WITA. 
Gunung Lokon saat meletus, Kamis (14/7/2011)



Mungkin banyak yang tidak menyangka bahwa Gunung Lokon akan benar-benar meletus, mengingat selama ini, bahkan ketika saya masih sekolah di SMA Lokon, Gunung Lokon tidak pernah benar-benar meletus. Ketika Gunung Lokon aktif, biasanya yang menyemburkan abu dan awan panas malah Gunung Soputan, gunung api tetangga yang sama-sama berada di Sulawesi Utara. Banyak warga Tomohon juga telah menganggap biasa aktivitas Gunung Lokon yang meningkat dan memilih untuk tidak mengungsi.


Lalu?

Yang saya baca dari berita-berita yang beredar, aktivitas Gunung Lokon justru terlihat menurun pada hari Kamis (14/7/2011) sekitar sore hari dan semua orang yang mengetahui berita tersebut merasa lega tentunya atas kabar tersebut. Bahkan, ada saja teman saya yang mengatakan bahwa dia yakin Gunung Lokon pasti tidak akan meletus, sudah biasa kami melihat aktivitasnya.

Tapi yang saya tahu, aktivitas gunung Lokon sulit diprediksi, beberapa berita juga mengatakan hal yang sama. Aktivitas semburannya memang sempat berhenti, namun terjadi peningkatan gempa tremor yang menunjukan adanya pergerakan massa magma dari dalam kawah terdalam menuju titik terdekat dengan permukaan kawah, demikian dikutip dari salah satu web berita.
Memang sulit diprediksi, akhirnya pada hari Kamis (14/7/2011) sekitar 23.45 WITA, Gunung Lokon meletus melontarkan abu pijar dan materi vulkanik.

Yang pasti dan yang saya tahu, bukan hanya orang-orang di Tomohon yang panik, orang-orang di Manado panik karena kabarnya kawahnya mengarah ke Kawangkoan dan Manado. Orang-orang yang berada diluar Sulawesi Utara panik dan heboh. Kenapa? Karena kami panik memikirkan saudara-saudara kami yang berada di sekitar gunung Lokon. Para alumni dan orang tua murid SMA Lokon juga tidak kalah paniknya mengingat hari itu siswa siswi masih tetapi di asrama karena sedang MOS. Ya, SMA Lokon St. Nikolaus tidak diliburkan. Dari twitter yang penuh dengan tweet mengenai letusan gunung Lokon, hingga recent updates bbm yang semuanya berisi berita yang sama dan display picture yang diganti menjadi foto gunung Lokon saat meletus.

Kronologi meletusnya gunung Lokon menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB), yang saya baca di detikcom Jumat (15/7/2011)

4 Juli 2011

Pukul 06.00-12.00 WITA
Tampak asap putih tebal setinggi 100-150 meter. 

Pukul 22.45 WIB
Terjadi letusan besar Gunung Lokon dengan lontaran material pijar dan hujan abu tebal setinggi 1.500 meter.

6 Jam setelah letusan terjadi Krisis Seismik. Terjadi 25 kali gempa Vulkanik dalam, 30 kali gempa vulkanik dangkal dan terjadi getaran tremor vulkanik dengan amplituda 0,5-4 mm.

15 Juli 2011

Pukul 00.30 WIB
Terjadi letusan kedua setinggi 600 meter.

Akibat letusan tersebut terjadi kebakaran hutan di sekeliling kawah gunung. BNPB, BPBD, TNI, POLRI segera melakukan evakuasi dan pendataan pengungsi di lokasi. Saat ini telah didirikan posko utama penanggulangan bencana di kota Tomohon. 

"Belum dilaporkan adanya korban terkait dengan letusan Gunung Lokon," ungkap Sutopo.

view dari jarak dekat. sumber: @jacksonkumaat


data seismograf erupsi Gunung Lokon (14/7/2011) 23.31WITA, sumber: @JimmyRansun

Bagaimana dengan keadaan di pengungsian?

Menurut berita yang saya baca, saat ini ada 2000 orang lebihpengungsi akibat letusan gunung Lokon yang tersebar di 4 titik pengungsian. Yang jelas para pengungsi saat ini sangat membutuhkan makanan, air bersih, dan masker untuk menjaga kesehatan mereka. Semoga pemerintah cepat tanggap dalam pendistribusian bantuan kepada para pengungsi. Kan tidak lucu jika bukannya jadi korban letusan, eh malah jadi korban kekurangan pasokan makanan di pengungsian.

recent updates di bbm saya saat Lokon meletus

Yang jelas mari kita mendoakan sama-sama agar semuanya baik-baik saja di Tomohon, Sulawesi Utara. Semoga Gunung Lokon kembali tenang dan para pengungsi dapat dengan aman kembali ke tempat tinggalnya. Keadaan di pengungsian pun semoga kembali tenang.
Padahal, untuk sekedar informasi, Kota Manado yang merupakan ibukota Sulawesi Utara sedang merayakan hari ulang tahunnya yang ke-388 pada hari yang sama dengan meletusnya Gunung Lokon

Semoga juga keadaan di almamater saya tercinta, SMA Lokon St. Nikolaus baik-baik saja.
Kalau ada pembaca yang bertanya kenapa saya sangat khawatir dengan keadaan sekolah saya? Karena sekolah tersebut berada tepat di kaki Gunung Lokon, benar-benar dekat, bahkan Gunung Lokon adalah pemandangan alam yang selalu dinikmati dengan bebas dan jelas oleh siswa-siswi di sana. Selain itu, sekolah ini adalah sekolah wajib asrama, jadi seluruh siswa tinggal di kaki gunung bahkan sebagian guru juga. Karena itu, wajar kalau kami sangat panik.

Gunung Lokon & SMA Lokon

view Gunung Lokon, saat apel pagi


PRAY FOR LOKON, PRAY FOR SULUT.
GOD bless North Sulawesi :)



sumber foto: @jacksonkumaat, @manadokota, @jimmyransunSMA Lokon St. Nikolaus on Facebook, some friends in North Sulawesi

Lovely LOMBOK - day 3

my life still goes on...

Hari ke-3, hari terakhir.
tidak banyak tempat yang kami kunjungi. Saya dan Ivana hanya berenang di hotel, lalu check out. Kami mengunjungi pura tertua di Lombok, yaitu Pura Lingsar di Lombok Barat. Pura ini merupakan salah satu tanda kerukunan umat beragama di Lombok. Agama Islam adalah agama mayoritas penduduk Sasak tetapi pengaruh agama Hindu pun tetap ada di pulau ini. Pura Lingsar adalah pura tempat agama-agama tersebut bersatu dan beribadah bersama


Saat memasuki bagian keramat pura ini, kita akan diikatkan kain kuning di pinggang, dan terdapat beberapa peraturan. Orang yang masuk di tempat tersebut tidak boleh kotor, wanita tidak boleh sedang menstruasi, dan sebagainya. Di pura ini ada tempat "minta jodoh". Jadi kita harus melempar koin sambil membelakangi kolam. Jika koin tersebut masuk, maka katanya kita akan mudah jodoh. Lalu ada juga tempat "kesuksesan". Di tempat itu disusun berbagai batu dan kita harus menghitungnya sebanyak 3 kali, jika kita mendapat hasil yang sama dalam 3 kali menghitung, katanya kita akan menjadi orang sukses. Saya dan Ivana menghitung batu tersebut, dan kami mendapat hasil yang sama selama 3 kali :)


ivana minta jodoh!


Ada juga tempat pemandian yang terdiri dari pancuran yang dipercaya bisa mengobati orang sakit. Jadi orang yang ingin disembuhkan harus mandi di bawah pancuran tersebut sambil dilakukan upacara.
Di pura ini juga terdapat kolam yang katanya terdapat ikan keramat. Sayangnya saat itu gerimis, saya dan ivana tidak berhasil memancing ikan tersebut untuk menunjukkan diri.


tempat pancuran

kolam tempat ikan keramat


Selesai sudah petualangan saya dan Ivana di Lombok, dari pura Lingsar kami langsung beranjak menuju bandara untuk kembali ke Jakarta.

Lombok benar-benar indah dan bisa dibilang banyak tempat yang belum terjamah oleh turis. Pulau ini merupakan bukti keindahan alam Indonesia di setiap tempat. Saya sarankan ke Lombok harus pada suasana cerah, jangan lupa snorkeling ke Gili, bawa sun block, dan tentunya lebih menyenangkan dan murah jika beramai-ramai :)

previous stories:

Lovely LOMBOK - day 2

my life still goes on...

Petualangan di Lombok kembali dilanjutkan!
Tujuan kami hari ke-2 adalah Pulau Gili Trawangan. Ya, Lombok terkenal dengan 3 Gili yaitu Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Gili Trawangan merupakan gili yang paling ramai dan bahkan merupakan bagian Lombok yang paling ramai dikunjungi turis khususnya turis asing.

Kami berangkat dari hotel di Senggigi ke arah utara menuju dermaga tempat kami akan naik perahu boat ke Gili Trawangan. Untungnya cuaca hari itu sangat cerah dan sun block adalah hal wajib! Sepanjang perjalanan ke dermaga, kami melewati beberapa titik puncak di mana terlihat keindahan laut Lombok. Saya pun menyadari, Lombok benar-benar pulau yang indah dan belum banyak orang yang mengunjunginya. Hal ini yang sangat saya sukai, di Lombok tidak terlalu padat dan ramai oleh turis, bersih, dan penduduknya sangat ramah. Mereka sadar betul bahwa pariwisata adalah mata pencarian mereka dan mereka menjaga betul bidang ini :)



dermaga ke Gili Trawangan



Mobil tidak bisa masuk sampai ke dermaga, sehingga para turis bisa memilih, naik delman atau jalan kaki. Gili Trawangan dari dermaga sekitar 45 menit. Lalu di Gili Trawangan telah terbagi spot-spot khusus, untuk berenang dan berjemur, spot untuk snorkeling, dan spot untuk surfing. Pulau Gili Trawangan merupakan pulau kecil dan ramai di sekeliling pesisir pantainya, dikelilingi resort, restaurant, dan toko-toko souvenir. Kita bisa mengelilingi pulau ini menggunakan sepeda. Sama sekali tidak ada kendaraan bermotor di Gili Trawangan. Transportasinya menggunakan perahu, sepeda, delman, atau gerobak. Udara di sini sangat bersih dan segar

Saya dan Ivana snorkeling di sini ditemani seorang penduduk lokal, ikan-ikan di lautnya sangat indah, lautnya juga bersih, tidak ada sampah mengapung. Lalu ada juga penangkaran penyu di lautnya. Sayangnya saya tidak membawa kamera under-water :( Setelah itu kami bersepeda mengelilingi pulau, pulau ini indah dan unik, dipenuhi turis-turis mancanegara, hampir tidak ada turis lokal ataupun turis asia!
sayangnya sedikit foto yang kami ambil di Gili Trawangan, ya dengan alasan kami terlalu sibuk menikmati keindahan tempat ini :)







Sekitar pukul 4 sore, langit mulai mendung, kami pun memutuskan kembali ke pulau. Lalu kami mengunjungi tempat souvenir mutiara. Lombok memang dikenal sebagai penghasil mutiara yang sangat indah. Harga mutiara dan aksesoris kerang di sini bervariasi tergantung cara mereka merangkainya.

to be continued ...


previous story: Lovely LOMBOK - day 1
next story: Lovely LOMBOK - day 3