Lovely LOMBOK - day 3

my life still goes on...

Hari ke-3, hari terakhir.
tidak banyak tempat yang kami kunjungi. Saya dan Ivana hanya berenang di hotel, lalu check out. Kami mengunjungi pura tertua di Lombok, yaitu Pura Lingsar di Lombok Barat. Pura ini merupakan salah satu tanda kerukunan umat beragama di Lombok. Agama Islam adalah agama mayoritas penduduk Sasak tetapi pengaruh agama Hindu pun tetap ada di pulau ini. Pura Lingsar adalah pura tempat agama-agama tersebut bersatu dan beribadah bersama


Saat memasuki bagian keramat pura ini, kita akan diikatkan kain kuning di pinggang, dan terdapat beberapa peraturan. Orang yang masuk di tempat tersebut tidak boleh kotor, wanita tidak boleh sedang menstruasi, dan sebagainya. Di pura ini ada tempat "minta jodoh". Jadi kita harus melempar koin sambil membelakangi kolam. Jika koin tersebut masuk, maka katanya kita akan mudah jodoh. Lalu ada juga tempat "kesuksesan". Di tempat itu disusun berbagai batu dan kita harus menghitungnya sebanyak 3 kali, jika kita mendapat hasil yang sama dalam 3 kali menghitung, katanya kita akan menjadi orang sukses. Saya dan Ivana menghitung batu tersebut, dan kami mendapat hasil yang sama selama 3 kali :)


ivana minta jodoh!


Ada juga tempat pemandian yang terdiri dari pancuran yang dipercaya bisa mengobati orang sakit. Jadi orang yang ingin disembuhkan harus mandi di bawah pancuran tersebut sambil dilakukan upacara.
Di pura ini juga terdapat kolam yang katanya terdapat ikan keramat. Sayangnya saat itu gerimis, saya dan ivana tidak berhasil memancing ikan tersebut untuk menunjukkan diri.


tempat pancuran

kolam tempat ikan keramat


Selesai sudah petualangan saya dan Ivana di Lombok, dari pura Lingsar kami langsung beranjak menuju bandara untuk kembali ke Jakarta.

Lombok benar-benar indah dan bisa dibilang banyak tempat yang belum terjamah oleh turis. Pulau ini merupakan bukti keindahan alam Indonesia di setiap tempat. Saya sarankan ke Lombok harus pada suasana cerah, jangan lupa snorkeling ke Gili, bawa sun block, dan tentunya lebih menyenangkan dan murah jika beramai-ramai :)

previous stories:

Lovely LOMBOK - day 2

my life still goes on...

Petualangan di Lombok kembali dilanjutkan!
Tujuan kami hari ke-2 adalah Pulau Gili Trawangan. Ya, Lombok terkenal dengan 3 Gili yaitu Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Gili Trawangan merupakan gili yang paling ramai dan bahkan merupakan bagian Lombok yang paling ramai dikunjungi turis khususnya turis asing.

Kami berangkat dari hotel di Senggigi ke arah utara menuju dermaga tempat kami akan naik perahu boat ke Gili Trawangan. Untungnya cuaca hari itu sangat cerah dan sun block adalah hal wajib! Sepanjang perjalanan ke dermaga, kami melewati beberapa titik puncak di mana terlihat keindahan laut Lombok. Saya pun menyadari, Lombok benar-benar pulau yang indah dan belum banyak orang yang mengunjunginya. Hal ini yang sangat saya sukai, di Lombok tidak terlalu padat dan ramai oleh turis, bersih, dan penduduknya sangat ramah. Mereka sadar betul bahwa pariwisata adalah mata pencarian mereka dan mereka menjaga betul bidang ini :)



dermaga ke Gili Trawangan



Mobil tidak bisa masuk sampai ke dermaga, sehingga para turis bisa memilih, naik delman atau jalan kaki. Gili Trawangan dari dermaga sekitar 45 menit. Lalu di Gili Trawangan telah terbagi spot-spot khusus, untuk berenang dan berjemur, spot untuk snorkeling, dan spot untuk surfing. Pulau Gili Trawangan merupakan pulau kecil dan ramai di sekeliling pesisir pantainya, dikelilingi resort, restaurant, dan toko-toko souvenir. Kita bisa mengelilingi pulau ini menggunakan sepeda. Sama sekali tidak ada kendaraan bermotor di Gili Trawangan. Transportasinya menggunakan perahu, sepeda, delman, atau gerobak. Udara di sini sangat bersih dan segar

Saya dan Ivana snorkeling di sini ditemani seorang penduduk lokal, ikan-ikan di lautnya sangat indah, lautnya juga bersih, tidak ada sampah mengapung. Lalu ada juga penangkaran penyu di lautnya. Sayangnya saya tidak membawa kamera under-water :( Setelah itu kami bersepeda mengelilingi pulau, pulau ini indah dan unik, dipenuhi turis-turis mancanegara, hampir tidak ada turis lokal ataupun turis asia!
sayangnya sedikit foto yang kami ambil di Gili Trawangan, ya dengan alasan kami terlalu sibuk menikmati keindahan tempat ini :)







Sekitar pukul 4 sore, langit mulai mendung, kami pun memutuskan kembali ke pulau. Lalu kami mengunjungi tempat souvenir mutiara. Lombok memang dikenal sebagai penghasil mutiara yang sangat indah. Harga mutiara dan aksesoris kerang di sini bervariasi tergantung cara mereka merangkainya.

to be continued ...


previous story: Lovely LOMBOK - day 1
next story: Lovely LOMBOK - day 3

Lovely LOMBOK - day 1

my life still goes on...

akhirnya setelah lama menanti, saya bisa berkunjung ke Lombok juga. Saya melancong ke Lombok dari tanggal 17 April - 19 April, tapi maaf baru sekarang sempat mempost di blog soal perjalanan ini :)

Keberangkatan saya ke Lombok bisa dikatakan mendadak, saya sangat ingin mengunjungi Lombok sejak 2 tahun lalu, sehingga ketika saya mendapat libur paskah 1 minggu, saya langsung nekat berangkat ke Lombok hanya bersama Ivana, teman saya yang kebetulan sedang cuti kerja.

Kami berangkat ke Lombok menggunakan pesawat Lion Air tipe MD. Beruntungnya saya berangkat dengan seorang pramugari (Ivana adalah pramugari Lion air, tapi sedang cuti) adalah saya mendapat teh hangat gratis di penerbangan yang kita tahu bersama tidak menyediakan makan minum gratis bagi para penumpangnya!
Di Lombok, kami berdua menggunakan jasa travel (Lombok Travel Online). Selain karena kami tidak tahu tempat-tempat apa saja yang bagus untuk dikunjungi, kami memang lagi ingin libur "manja" dan terima jadi saja.

Tiba di Lombok siang hari, matahari cukup terik dan tidak hujan. Untunglah! Soalnya menurut tour guide kami, beberapa hari terakhir Lombok diguyur hujan keras. Kami lalu makan siang di RM 2M (kalau tidak salah) dan menu yang disajikan adalah Ayam Taliwang. Ayam Taliwang merupakan ayam yang dimasak dengan bumbu khas Lombok.

Setelah makan siang, kami langsung pergi ke Desa Sukarare. Desa ini terdapat para penenun kain khas Lombok. Ternyata gadis Lombok dikatakan bisa menikah jika ia sudah bisa menenun kain Songket!
Saya dan Ivana juga dipersilahkan mencoba kain Songket yang dipergunakan untuk pernikahan suku Sasak (suku asli Lombok).
Harga kain songket cukup mahal, apalagi yang motifnya ribet, masuk diakal juga mengingat kain ini ditenun tangan berbulan-bulan!

mencoba menenun songket :)


pakaian adat untuk pernikahan

Setelah dari Desa Sukarare mencoba tenun, kami berpindah ke Desa Sade, desa di mana 100% rumah dan orang-orangnya adalah penduduk asli Lombok, dan semua bangunan di sana adalah bangunan adat Lombok. Rumah adat Lombok mempunyai 3 jenis ukuran dari yang kecil, sedang, dan besar. Juga ada satu bangunan yang digunakan sebagai lumbung padi bersama beberapa keluarga. Rumah adat Lombok itu fondasinya di bangun dari kotoran kerbau yang dikeraskan (hhmm...) dan dipel juga memakai bahan tersebut (huuee..)

di depan lumbung padi

rumah ukuran kecil, bersama nenek yg menjual kain tenun :)

di dalam rumah adat besar

nenek memintal benang



Setelah wisata budaya, kami melanjutkan dengan wisata alam di Lombok Selatan, ke Pantai Kuta Lombok! Ya, mungkin selama ini orang-orang hanya tau Kuta di Bali saja, tapi Kuta Lombok ini sangat indah. Garis pantainya sangat panjang dan pasir putih bersih. Kami mengunjungi bagian pesisir paling ujung. Bagian pantai ini sangat bersih dan memiliki 2 jenis pasir, pantai kanan butir pasirnya lebih besar-besar dan kasar, juga terdapat beberapa karang yang ditumbuhi kerang penghasil mutiara. Pantai bagian kiri merupakan pantai tempat orang berenang, pasirnya putih dan halus sekali, juga jarang terdapat karang.

laut Lombok selatan, dari atas tebing

bagian pantai kiri

bagian pantai kanan


Pantai Kuta ini benar-benar bersih dan indah. Di antara pantai kiri dan kanan juga ada seperti tebing yang bisa dinaiki, dan pemandangan dari atas sana, wow benar-benar karya tangan Tuhan :)

Setelah itu, kami check-in di hotel. Penginapan kami di daerah Senggigi dan berbentuk seperti cottage. Btw, ternyata hari Minggu ini merupakan hari yang umum digunakan penduduk Lombok untuk upacara pernikahan! Saya lupa tepatnya apa nama acaranya, yang pasti sepanjang jalan pulang dari Kuta menuju Senggigi, kami bertemu setidaknya 4 rombongan pengantin! sayangnya ada moment-moment yang tidak sempat terekam oleh kamera saking kagum dan menikmati pemandangan dan setiap kejadian yang ada di Lombok

Hari pertama kami ditutup dengan dinner di RM Salsa, Senggigi, ya seafood tentunya, dan enak =D

to be continued ...