LOKON ku meletus ...

Tadi malam sekitar pukul 23.45 WITA, Gunung Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara akhirnya meletus. Gunung Lokon memang telah menunjukkan peningkatan aktivitas sejak beberapa hari yang lalu, bahkan statusnya dinaikkan menjadi AWAS pada Minggu (10/7/2011), pukul 23.00 WITA. 
Gunung Lokon saat meletus, Kamis (14/7/2011)



Mungkin banyak yang tidak menyangka bahwa Gunung Lokon akan benar-benar meletus, mengingat selama ini, bahkan ketika saya masih sekolah di SMA Lokon, Gunung Lokon tidak pernah benar-benar meletus. Ketika Gunung Lokon aktif, biasanya yang menyemburkan abu dan awan panas malah Gunung Soputan, gunung api tetangga yang sama-sama berada di Sulawesi Utara. Banyak warga Tomohon juga telah menganggap biasa aktivitas Gunung Lokon yang meningkat dan memilih untuk tidak mengungsi.


Lalu?

Yang saya baca dari berita-berita yang beredar, aktivitas Gunung Lokon justru terlihat menurun pada hari Kamis (14/7/2011) sekitar sore hari dan semua orang yang mengetahui berita tersebut merasa lega tentunya atas kabar tersebut. Bahkan, ada saja teman saya yang mengatakan bahwa dia yakin Gunung Lokon pasti tidak akan meletus, sudah biasa kami melihat aktivitasnya.

Tapi yang saya tahu, aktivitas gunung Lokon sulit diprediksi, beberapa berita juga mengatakan hal yang sama. Aktivitas semburannya memang sempat berhenti, namun terjadi peningkatan gempa tremor yang menunjukan adanya pergerakan massa magma dari dalam kawah terdalam menuju titik terdekat dengan permukaan kawah, demikian dikutip dari salah satu web berita.
Memang sulit diprediksi, akhirnya pada hari Kamis (14/7/2011) sekitar 23.45 WITA, Gunung Lokon meletus melontarkan abu pijar dan materi vulkanik.

Yang pasti dan yang saya tahu, bukan hanya orang-orang di Tomohon yang panik, orang-orang di Manado panik karena kabarnya kawahnya mengarah ke Kawangkoan dan Manado. Orang-orang yang berada diluar Sulawesi Utara panik dan heboh. Kenapa? Karena kami panik memikirkan saudara-saudara kami yang berada di sekitar gunung Lokon. Para alumni dan orang tua murid SMA Lokon juga tidak kalah paniknya mengingat hari itu siswa siswi masih tetapi di asrama karena sedang MOS. Ya, SMA Lokon St. Nikolaus tidak diliburkan. Dari twitter yang penuh dengan tweet mengenai letusan gunung Lokon, hingga recent updates bbm yang semuanya berisi berita yang sama dan display picture yang diganti menjadi foto gunung Lokon saat meletus.

Kronologi meletusnya gunung Lokon menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB), yang saya baca di detikcom Jumat (15/7/2011)

4 Juli 2011

Pukul 06.00-12.00 WITA
Tampak asap putih tebal setinggi 100-150 meter. 

Pukul 22.45 WIB
Terjadi letusan besar Gunung Lokon dengan lontaran material pijar dan hujan abu tebal setinggi 1.500 meter.

6 Jam setelah letusan terjadi Krisis Seismik. Terjadi 25 kali gempa Vulkanik dalam, 30 kali gempa vulkanik dangkal dan terjadi getaran tremor vulkanik dengan amplituda 0,5-4 mm.

15 Juli 2011

Pukul 00.30 WIB
Terjadi letusan kedua setinggi 600 meter.

Akibat letusan tersebut terjadi kebakaran hutan di sekeliling kawah gunung. BNPB, BPBD, TNI, POLRI segera melakukan evakuasi dan pendataan pengungsi di lokasi. Saat ini telah didirikan posko utama penanggulangan bencana di kota Tomohon. 

"Belum dilaporkan adanya korban terkait dengan letusan Gunung Lokon," ungkap Sutopo.

view dari jarak dekat. sumber: @jacksonkumaat


data seismograf erupsi Gunung Lokon (14/7/2011) 23.31WITA, sumber: @JimmyRansun

Bagaimana dengan keadaan di pengungsian?

Menurut berita yang saya baca, saat ini ada 2000 orang lebihpengungsi akibat letusan gunung Lokon yang tersebar di 4 titik pengungsian. Yang jelas para pengungsi saat ini sangat membutuhkan makanan, air bersih, dan masker untuk menjaga kesehatan mereka. Semoga pemerintah cepat tanggap dalam pendistribusian bantuan kepada para pengungsi. Kan tidak lucu jika bukannya jadi korban letusan, eh malah jadi korban kekurangan pasokan makanan di pengungsian.

recent updates di bbm saya saat Lokon meletus

Yang jelas mari kita mendoakan sama-sama agar semuanya baik-baik saja di Tomohon, Sulawesi Utara. Semoga Gunung Lokon kembali tenang dan para pengungsi dapat dengan aman kembali ke tempat tinggalnya. Keadaan di pengungsian pun semoga kembali tenang.
Padahal, untuk sekedar informasi, Kota Manado yang merupakan ibukota Sulawesi Utara sedang merayakan hari ulang tahunnya yang ke-388 pada hari yang sama dengan meletusnya Gunung Lokon

Semoga juga keadaan di almamater saya tercinta, SMA Lokon St. Nikolaus baik-baik saja.
Kalau ada pembaca yang bertanya kenapa saya sangat khawatir dengan keadaan sekolah saya? Karena sekolah tersebut berada tepat di kaki Gunung Lokon, benar-benar dekat, bahkan Gunung Lokon adalah pemandangan alam yang selalu dinikmati dengan bebas dan jelas oleh siswa-siswi di sana. Selain itu, sekolah ini adalah sekolah wajib asrama, jadi seluruh siswa tinggal di kaki gunung bahkan sebagian guru juga. Karena itu, wajar kalau kami sangat panik.

Gunung Lokon & SMA Lokon

view Gunung Lokon, saat apel pagi


PRAY FOR LOKON, PRAY FOR SULUT.
GOD bless North Sulawesi :)



sumber foto: @jacksonkumaat, @manadokota, @jimmyransunSMA Lokon St. Nikolaus on Facebook, some friends in North Sulawesi