hidup butuh perjuangan

Jika mendengar kata "hidup", hal apa yang pertama kali terlintas dipikiran kalian?
Mungkin bagi para dokter dan penganut ilmu sains, yang pertama kali terpikir adalah bernapas
Mungkin bagi para ekonom, akuntan, dan para karyawan lainnya langsung terpikirkan uang.
Ya, semua benar, kita tidak akan bisa hidup jika kita tidak bernapas, tanpa bernapas tidak akan ada suplai oksigen ke otak dan seluruh jaringan tubuh kita, lalu tubuh kita mati.
Kita juga tidak bisa bertahan hidup tanpa uang, atau mungkin lebih baik saya bilang modal dalam bentuk apapun, tidak harus uang tunai. karena tanpa memiliki modal, kita tidak bisa makan, kita tidak bisa membeli kebutuhan yang diperlukan untuk "hidup" kita.

Jadi, hidup?

another faces of paradise

I am so glad if you mind to leave comment for these photos. sorry if it's not too good - amateur works :p

Kuta

finally, Bali

sebelum saya ke Makassar, saya berlibur di Bali bersama 5 orang teman. FINALLY YA AMPUN.
kenapa finally? karena seumur-umur, saya belum pernah menginjakkan kaki di Bali. Teman-teman saya selalu bilang apa gunanya passport udah banyak cap negara-negara, tapi Bali aja belum pernah pergi. Nancep banget kata-kata mereka. Entah kenapa dari dulu saya memang gak terlalu tertarik untuk mengunjungi Bali, saya jauh lebih tertarik ke pantai-pantai yang belum banyak dikunjungi orang. Tapi saat ada ajakan, akhirnya saya iyakan, karena saya pikir kapan lagi ke Bali rame-rame, lain waktu belum tentu saya mau hahaha.

Bicara soal Bali, harusnya banyak yang sudah tahu tentang tempat ini, saya juga gak mau panjang lebar. Pastinya Bali rame sekali, saya di sana dari tanggal 17 Juli - 22 Juli, waktu yang panjang. Yang jelas di sana kami layaknya turis tanning di pantai, mengunjungi saudara-saudara di monkey forest, dan main water sport. Ya, kalo soal water sport tentu saya yang paling excited karena saya cewek yang paling nekat di antara semua teman-teman saya, sampai sering ditanya "nyawa kamu ada berapa sih mon? mainnya extreme melulu" hahaha water sport kan ga extreme, gimana sih. Saya akan lebih banyak bercerita tentang keindahan Bali lewat foto yang saya dan teman-teman saya ambil.

pantai Kuta di sore hari

ex- dream land


KEEP BALI BEACH CLEAN!

pantai Padang-padang (i love this photo btw)
bali waterboom
did parasailling
flying fish
thumbing
kelelep nyobain water ski









photos by: Shanti, Kevin, Achied, and me :)

Makassar has beautiful beaches!

Ini cerita tentang jalan-jalan saya selama liburan. Sebagai seorang anak FK yang malang, saya hanya diberi waktu 3 minggu untuk berlibur! Itupun dipotong masa ospek (iya, saya belum ikut ospek, dan kami ternyata wajib untuk punya sertifikat lulus ospek sebelum lulus kuliah -_-). Akhirnya saya memutuskan untuk pergi mengunjungi Bali, Makassar, dan pulang Jayapura. Saya akan cerita satu per satu tentang tempat-tempat keren ini! Memang gak ada tempat yang gak keren di Indonesia.

Cerita dimulai dengan petualangan di Makassar ya!
Saya berada di Makassar dari tanggal 22 Juli - 26 Juli. Awalnya saya pikir bakal bosan di Makassar, paling cuma ada tempat wisata kuliner, ternyataaa.... SALAH BESAR!

Jadi, saya harusnya di Makassar hanya sampai tanggal 24 Juli, itu juga iseng mampir karena teman saya Awa lagi berada di Makassar, jadi saya pikir sekalian aja jalan-jalan di sana kebetulan saya baru habis dari Bali dan mau ke Jayapura memang harus transit di Makassar. Ternyata, mama saya ada tugas di Jakarta sampai tanggal 26 dan artinya di Jayapura gak ada orang! Akhirnya saya extend liburan saya di Makassar sampai tanggal 26.
Makassar ternyata punya tempat-tempat menarik untuk dikunjungi dan Makassar juga cukup memuaskan kehausan saya akan PANTAI dan LAUT!
yah, saya membagi Makassar dalam 2 bagian besar: kota dan pulau

Kota Makassar
Menurut saya sih memang tidak banyak hal yang spesial di tempat ini. Makassar punya beberapa shopping malls yang ukuran dan isinya lumayan lah (jangan bandingkan dengan ibukota!). Sebagai pusat Indonesia Timur, Makassar juga punya hotel-hotel yang bagus. Selama di Makassar saya tinggal di Hotel Aryaduta di sekitar pantai Losari. Kalau kalian ke Makassar murni untuk liburan, saya sarankan untuk menginap di hotel di daerah pantai Losari karenan hal yang menarik dari kota ini adalah daerah pantai Losari tentu saja. Btw, sambil menulis ini, saya baru sadar bahwa saya gak berfoto di depan tulisan "LOSARI" yang ada di pantai ckck. Oh ya, saya menjuluki Makassar sebagai Kalla City (tau kan mantan wapres kita J.Kalla?). Kenapa? Soalnya hampir seluruh kota "dikuasai" oleh beliau. Maksudnya kontraktor dari perusahaan "kallamix" lalu ada wisma Kalla, dan beliau juga punya saham di berbagai tempat-tempat strategis di Makassar

Di sini tentunya saya wisata kuliner! Di garis pantai dekat dermaga, ada tempat nongkrong semacam food court namanya Kampung PopsA. Sebenarnya makanan di tempat ini standard aja, tapi yang menarik adalah pemandangan ke arah dermaga dan laut yang dapat kita lihat sambil nongkrong di sini. Ada juga live musicnya, tapi mungkin gak setiap malam. Hal yang lucu di tempat ini adalah ada peraturan dilarang bermain kartu! Mungkin pihak manajemennya sadar betul kalau tempat ini amat strategis untuk nongkrong, hanya pesan minum, dan berlama-lama untuk main kartu :p
Tempat makan kedua yang menarik hati adalah Konro Karebosi. Tempat ini emang terkenal karena sop konro dan konro bakarnya yang terkenal maknyusss! Tapi soal pelayanan, hhmm pelayan pada jutek ya ampun. Nasinya juga seporsi sedikit sekali, sengaja supaya orang nambah kayanya. Kalo soal harga yaa lumayan lah, untuk ukuran konro. Tapi setara dengan kelezatannya :)
Lalu ada juga tempat makan seafood di belakang hotel Aryaduta, saya lupa nama jalannya. Nama restorannya "Losari". Seafood di sini memang enak dan harganya juga jadi murah karena bagi pengguna kartu kredit BNI, dapet potongan 30% HAHAHA. Pokoknya makan sampai puas gak bisa gerak, bayarnya terjangkau. Selain itu, sebagai dessert, restoran ini memberikan es buah gratis, bisa nambah, dan es buahnya enak.
Hal lain yang harus dicoba adalah pisang epe. Saya gak nyobain karena waktu itu perut saya lagi gak enak, tapi kata teman-teman saya, pisangnya enak kok, bisa pilih dipakein susu, cokelat, keju, bahkan gula merah -_-

Ke Makassar, jangan lupa berkunjung ke Trans Studio. Saya gak bisa bandingkan dengan Trans Studio Bandung soalnya saya belum pernah ke sana (malu deh padahal domisili di Bandung).
Trans Studio Makassar letaknya di dalam Mall Trans yang totally dominated by Bank Mega. Jangan harap untuk menemukan atm lain selain atm bank Mega di tempat ini dan kalau mencari diskon di toko-toko dalam mall ini, diskon hanya ada bagi nasabah bank Mega. Trans Studionya lumayan besar untuk ukuran indoor. Tiket masuknya 100ribu untuk hari biasa, dan weekend 150ribu untuk semua wahana. Wahana di Trans Studio ini banyak untuk anak-anak sebenarnya. Wahana yang "mengguncang" itu ada 6, tapi saat saya ke sana Dragon Tower (seperti Histeria kalo di Dufan) sedang dalam perbaikan. Wahananya juga agak nanggung sih sebenarnya, mo teriak tapi masih bisa ditahan, gak mau teriak tapiii udah pengen teriak juga hahaha. Kebanyakan dari wahana itu menurut saya malah bikin saya pusing, karena nanggung mungkin. Tapi overall, Trans Studio lumayan lah untuk rekreasi, apalagi kalo sepi seperti saat saya ke sana :D


Hal yang menyebalkan di kota ini adalah, orang-orangnya kurang ramah! Ada sih dapet yang ramah, tapi sepertinya mereka juga pendatang, bukan orang asli. Orang-orangnya ngomong kaya ngajak berantem, bahkan ada supir taksi yang ngelemparin kami uang gara-gara dia gak mau dibayar pas, dia mencoba menipu kami dengan bilang gak ada kembalian dan mau ngambil semua uang yang kami kasih. Asli lah rakusnya keterlaluan. Pelayan di toko-toko juga tampangnya jutek-jutek gak bersahabat. Orang-orangnya juga jalan tubruk sana tubruk sini. Elus-elus dada lah selama di Makassar.



PULAU!
Dari dermaga di sekitar Pantai Losari, kita bisa naik speedboat dan pergi ke pulau-pulau. Dua pulau yang terkenal adalah Pulau Kayangan dan Pulau Samalona. Sayangnya saya dan teman-teman salah dermaga, kami pergi ke dermaga yang menyewakan boat penduduk, jadi saat ombak besar, kami gak bisa lanjut ke Pulau Samalona padahal tinggal sedikit lagi. Awa juga ternyata takut naik boat tanpa pelampung hahaha. Tapi saat putar balik dermaga, kami sempat mampir sebentar di suatu pulau kosong yang katanya bernama Pulau Sudung.
Pulau Kayangan memang sudah terkenal, di sana bahkan disewakan penginapan per kamar jika ingin menginap dan ada tempat makan. Orang-orang juga katanya sering bawa ikan sendiri lalu dibakar di sana saat ada acara. Pasirnya putih dan ada bule juga loh! Pulaunya sepi, karena orang sekarang lebih banyak langsung ke Pulau Samalona yang katanya jauh lebih bagus (sayang saya gak sampai ke sana). Tapi pulau ini cukup memuaskan dahaga untuk menikmati deburan suara ombak, melihat pasir putih, dan dijemur di bawah terik matahari :)


foto-foto Pulau Kayangan:







foto-foto Pulau Sudung: